Selasa, 22 Februari 2011

PERILAKU KONSUMEN

BAB I
PENDAHULUAN

            1.1 Latar belakang

            Dalam mengenal konsumen, kita juga perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai pencerminan dari kegiatan manusia itu sendiri. Manusia di kenal juga sebagai konsumen karena manusia membeli atau pun memakai suatu barang.
           
            Metode perilaku konsumen di buat dengan maksud untuk memberikan gambarkan aktifitas-aktifitas manusia sebagai konsumen.

            Metode perilaku konsumen merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan aktifitas-aktifitas konsumen dan hasil dari perilaku konsumen. Data suatu perilaku konsumen dapat berguna bagi seluruh golongan konsumen agar dapat di banding kan perilaku konsumen mana yang dapat melakukan penghematan.

             Tidak semua barang dari hasil proses produksi yang langsung sampai ke tangan pengguna atau konsumen tetapi terjadi beberapa proses dan dapat di gambarkan oleh suatu jalur. Biasa nya jalur yang di lalui adalah :

Produsen/produksi - Distributor/agen/pengecer - konsumen/konsumsi

      1.2 Perumusan masalah
           
            Perumusan penulisan ini adalah “bagaimana perilaku konsumen di tinjau dari kegunaan nya?”.

      1.3 Batasan masalah

           Mengingat luasnya pembahasan dalam penulisan ini, maka saya hanya membatasi permasalahan pada pendekatan perilaku konsumen dan konsep elastisitas.

      1.4 Tujuan Penulisan

            Tujuan penulisan ini adalah :
1.      Untuk dapat mengetahui pengertian konsumen.
2.      Untuk mengetahui pendekatan kardinal dan ordinal.
3.     Untuk dapat mendefinisikan elastistas dan macam – macam besaran elastisitas.
          
     
BAB II
PEMBAHASAN

             2.1 Pengertian konsumen

                   Konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk di perdagang kana tau hanya untuk konsumsi pribadi seperti bunyi Pasal 1 angka 2 UU PK, “Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.”

                  
Maka dapat disimpulkan bahwa syarat-syarat konsumen menurut UU PK adalah:

A. Pemakai barang dan/atau jasa, baik memperolehnya melalui pembelian maupun secara cuma-cuma
B. Pemakaian barang dan/atau jasa untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain dan makhluk hidup lain.
C. Tidak untuk diperdagangkan

                   Sedangkan Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.

                   Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yaitu :
  1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
  2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
  3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
  4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
  5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.
             2.2 Pendekatan cardinal dan pendekatan ordinal

1.      Pendekatan kardinal , asumsi dasarnya:
A.  Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur.
B.  Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan.
C. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan. Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. ( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
D. Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebalik nya jika kepuasan yang di rasakan konsumen rendah maka dia hanya akan mau membayardengan harga murah. Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal.


Asumsi seorang konsumen :
1.Konsumen harus rasional yaitu menginginkan kepuasan maksimal.
2.Konsumen punya preferensi jelas akan barang dan jasa.
3.Terdapat kendala anggaran.
       
2. Pendekatan ordinal, asumsi dasar nya :
    Mendasarkan pada asumsi bahwa kepuasan tidak bisa dikuantitatifkan dan antara satu konsumen dengan konsumen yang lain akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dalam mengkonsumsi barang dalam jumlah dan jenis yang sama. Oleh karena itu kemudian muncul pendekatan ordinary yang menunjukkan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent. Pendekatan ordinal berdasarkan pembandingan sesuatu barang dengan barang yang lain, lalu memberikan urutan dari hasil pembandingan tersebut. Contoh penggunaan metode ordinal antara lain dalam suatu lomba atau kejuaraan, pengukuran indeks prestasi dan pengukuran yang sifatnya kualitatatif misalnya bagus, sangat bagus, paling bagus.

Asumsi seorang konsumen:
1.Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya
2.Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
3.Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.
Pendekatan ordinal membutuhkan tolok ukur pembanding yang disebut dengan indeferent kurve. Kurva Indeferent adalah Kurva yang menghubungkan titik – titik kombinasi 2 macam barang yang ingin dikonsumsi oleh seorang individu pada tingkat kepuasan yang sama.


             2.3 Konsep elastisitas
                       
                   Elastisitas adalah suatu ukuran yang jumlah permintaan terhadap perubahan suatu faktor yang mempengaruhi nya.
                   Elastisitas adalah elemen yang penting di dalam suatu bidangekonomi karena dengan ada nya elastisitas ini kita dapat memahami berbagai permasalahan di bidang ekonomi.
Konsep elastisitas ini juga biasa di gunakan untuk dasar analisis ekonomi, seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusi kemakmuran. Dalam bidang perekonomian daerah konsep elastisitas ini juga sering di gunakan untuk menetapkan suatu kebijakan di antara nya kebijakan kenaikan pajak,pemberian subsidi, kesejahteraan penduduk dan lain-lain.

            Macam-macam besaran elastisitas:

             1. elastisitas permintaan.
             2. elastisitas permintaan dan total penerimaan.
             3. elastisitas penerimaan.
             4. elastisitas silang.
             5. elastisitas penawaran.
             6. elastisitas fisika dasar
             7. elastisitas harga dari permintaan   
                  
BAB III
PENUTUP

             3.1 Kesimpulan
                   Setelah menguraikan secara singkat seperti yang tertuang dalam bab I dan bab II dari konsumen, pendekatan cardinal, pendekatan ordinal, dan elastisitas pada PERILAKU KONSUMEN, saya dapat menyimpulkan sebagai berikut :
                           
1.   Konsumen adalah manusia yang membeli dan menggunakan barang atau jasa.
2.  Pendekatan cardinal dan pendekatan ordinal adalah suatu pendekatan yang bertujuan mendapatkan asumsi dasar konsumen.
3.   Elastisitas adalah suatu ukuran yang jumlah permintaan terhadap perubahan suatu faktor yang mempengaruhi nya.


             3.2 Saran
                   Kita juga harus tidak selama nya menjadi hidup yang konsumtif tapi kita juga dapat berproduksi seperti membuat pot bunga dan lain-lain. Kalau pun kita hidup konsumtif maka beli lah sesuai kebutuhan jangan membeli barang yang tidak akan di pakai karena itu nama nya “pemborosan”.

                                                         
                                       DAFTAR PUSTAKA   



                                                           

Jumat, 24 Desember 2010

STRUKTUR ORGANISASI DATA

Menurut kalian apa sih struktur organisasi data itu …….
Nah di tulisan saya kali ini saya akan membahas tentang struktur organisasi, saya harap ini akan membantu anda walupun hanya sedikit.

Oke kita mulai saja, jadi

Struktur data adalah suatu cara penyimpanan, pengaturan, dan penyusunan di dalam suatu media di dalam komputer agar efisien dan efektif..

Sedangkan Organisasi data adalah suatu cara pengelompokan data yang bertujuan agar memudahkan dalam suatu pencarian data dan agar mudah di atur.....

Jadi menurut saya struktur organisasi data adalah suatu cara yang berguna untuk mengelompokan suatu data , dapat di olah dan dapat di simpan agar lebih efisien dan dapat berguna di kemudian hari...

Seperti dosen saya bilang yaitu bapak jalinas, kalau Statistika terdiri dari :

1. Data
2. Metode statistika/alat analisa
3. Ukuran sample

sekarang kita bahas satu per satu, yap di mulai dari data.

1. Data adalah suatu aktifitas yang mengumpulkan informasi dari suatu kejadian yang fakta.
Data pun dapat di simpan di dalam komputer maupun di edit ulang sesuai dengan keinginan.
Data dapat di simpan di dalam hard disk eksternal maupun intenal, flask disk,CD, dll .

2. Metode statistika/alat analisa adalah suatu cara yang berguna untuk mencari,mengumpul kan data yang tepat dan akuran dengan menggunakan 2 jenis penelitian yaitu survei dan eksperimen.

3. Ukuran sample adalah suatu ukuran atau tolak ukur pengamatan suatu suatu sample data yang dapat mewakili suatu populasi data.

Kalau berbicara tentang struktur organisasi data maka tidak lepas kita membicarakan tentang Sistem File.
Apa sich sistem file itu?
jadi sistem file adalah suatu cara/sistem yang berfungsi untuk mengatur file baik secara penyimpanan baik data maupun program yang berada pada suatu sistem informasi.

File pun dapat di klasifikasi kan juga loch, yaitu :
1. Master file (file induk)
- suatu file yang akan terus ada selama suatu informasi tersebut masih di gunakan

2. Transaksi file
- suatu record yang berisi suatu transaksi dan file ini juga dapat di update secara berkala

3. Report File
- suatu record yang berisi tentang laporan sesuai kebutuhan sang pemakai

4. Work file
- ini adalah file sementara yang di buat untuk melewatkan sebuah program ke program lain

5. Program file
- suatu file yang berisi perintah-perintah untuk memproses suatu aktifitas data

6. Text File
- file yang berisi alpha-numerik maupun alpha-bethik dan grafik yang biasa di gunakan oleh TEXT EDITOR PROGRAM

7. Dump file
- file ini biasa di gunakan untuk keamanan

8. Library file
- file yang biasa di gunakan untuk melakukan penyimpanan program

9. History file
- tempat yang berisi tentang semua aktifitas yang di lakukan dari dulu hingga yang sedang di lakukan

Yap cukup sekian dari saya.
di akhir kata saya ucapkan jika ada salah kata tolong di maafkan karena saya hanya manusia yang tidak luput dari kesalahan.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membaca...^_^

Terima Kasih (dank u)

Kamis, 23 Desember 2010

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Menurut pembaca perlu tidak kah suatu komunikasi dalam organisasi? , dan apa sih pengertian komunikasi dalam organisasi itu ?


Yap di tulisan saya kali ini akan membahas tentang komunikasi dalam organisasi, saya harap di tulisan saya kali ini akan bermanfaat sedikit dan jangan jenuh yah walaupun sedikit membosankan dan jangan di sambit bata yah(istilah para kaskuser artinya benci/tidak suka pada suatu thread yang tidak bermanfaat)......hahahahahai


Oke kita mulai saja, jadi


Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain , kita harus berusaha menyampaikan nya dengan jelas dan padat agar apa yang kita sampaikan dapat di mengerti dan di pahami oleh orang yang menerima.


Beberapa definisi komunikasi :


1. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)

2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).

3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).

Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai penyampaian suatu pesan di antara bagian-bagian komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi/perusahaan tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari bagian-bagian komunikasi yang saling berhubungan/berkaitan satu dengan yang lain nya dan berfungsi dalam suatu oragnisasa/perusahaan tertentu.


Sedangkan kalau menurut saya pengertian komunikasi dalam organisasi adalah suatu kegiatan/interaksi di dalam suatu organisasi/perusahaan baik lisan maupun tulisan agar terjalin komunikasi yang baik antara pimpinan dengan bawahan atau terjalin komunikasi yang baik antar semua anggota di dalam suatu organisasi.

Tujuan Komunikasi dalam organisasi adalah agar terjalin komunikasi yang baik antar sesama anggota dalam suatu organisasi dan agar tidak terjadi kesalah pahaman(miss understanding).

Komunikasi pun ada 5 unsur, yaitu :
1.Komunikator

2.Menyampaikan berita

3.Berita-berita yang disampaikan

4.Komunikasi

5.Tanggapan atau reaksi


 Gaya Komunikasi(communication style) di artikan sebagai suatu cara/kebiasaan seseorang dalam menyampaikan sesuatu agar bisa mendapatkan suatu informasi.

 Ada 6 gaya komunikasi yaitu :
1.The controlling style

- Gaya komunikasi satu ini bertugas untuk mengendalikan, ini di tandai dengan membatasi perilaku dan mengatur perilaku seseorang.

- Gaya komunikasi ini juga di kenal sebagai komunikator satu arah atau  istilah inggris nya one-way communications.

2. The equalitarian style

- Gaya ini di dasari atas landasan kesamaan, gaya ini juga juga di tandai adanya arus pesan secara verbal secara lisan dan tulisan.

-  Gaya komunikasi ini juga di kenal sebagai komunikator dua aras arah atau  istilah inggris nya two-way traffic of communication.

3. The structuring style

- Gaya komunikasi ini berstuktur, gaya ini memanfaat kan verbal secara tulisan maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus di laksanakan.

- Gaya komunikasi ini berguna untuk berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tersebut.

4. The dynamic style

 - Gaya komunikasi ini bersifat agresif karena pengirim pesan memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan (action-oriented).

- Gaya komunikasi ini berguna untuk memotivasi/merangsang pekerja atau anggota agar menjadi lebih giat ,lebih cepat dan lebih baik dalam bekerja.

5. The relinguishing style

- Gaya komunikasi ini bertujuan untuk menerima/menampung saran,pendapat,dan gagasan dari suatu pekerja atau anggota.

6. The withdrawal style

- Gaya komunikasi ini berakibat melemah nya tindak komunikasi .

- Gaya komunikasi ini malah cenderung seorang anggota atau pekerja lari dari tanggung jawab nya.

Akhir kata saya ingin menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki gaya komunikasi sendiri atau dapat di sebut setiap manusia mempunyai ciri khas tertentu dalam menyampaikan informasi dalam komunikasi.
jadi jangan mengikuti gaya komunikasi orang lain jadilah diri mu sendiri.
JUST BE YOURSELF

Sebelum nya saya sebagai penulisa sangat berterima kasih karena blog saya sudah di kunjungi.
Semoga di tulisan saya kali ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Mohon maaf jika ada kesalahan kata karena saya hanya manusia yang tak luput dari kesalahan.

Terima kasih (denkie)